Almusthofagroup's Blog

Just another WordPress.com weblog

Halalpun Bisa Jadi Haram 7 September 2010

Filed under: Artikel — almusthofagroup @ 7:24 am

Nyayian yang disertai dengan alat musik atau tanpa alat musik mengundang kontroversi antara para ulama’ sejak periode pertama. Mereka sependapat dalam satu sisi dan berbeda pada sisi lain.
Mereka sepakat akan keharaman lagu yang mengandung keburukan atau kefasikan dan mengundang kemaksiatan. Walaupun lagu hanya sebatas ucapan. Jika lagu itu baik maka dibolehkan. Namun jika buruk maka dipandang buruk, karena setiap perkataan yang mengandung keharaman adalah haram. Tergantung pengaruh terhadap dirinya, baik syairnya, liriknya, maupun pengaruh unsur lainnya.
Dalam mendengarkan nyanyian, tidak terlepas dari batasan dan kriteria yang harus diperhatikan sehingga hukumnya menjadi boleh, diantaranya:
1. Syair tidak bertentangan dengan syari’at
Tidak semua lagu itu dibolehkan menurut syari’at Islam, lagu yang dibolehkan adalah lagu yang syair-syairnya tidak bertentangan dengan aqidah, syari’ah dan akhlaq.
2. Gaya menyanyikan lagu tidak mengundang maksiat
Cara menyanyikan lagu berperan penting dalam menentukan status hukum lagu itu sendiri. Kadang tema syairnya tidak masalah namun cara dan gaya penyanyi, baik pria ataupun wanita yang mengumbar ucapan sensual dan mengundang nafsu birahi atau kejahatan pada mereka yang berhati kotor. Maka nyanyian tersebut berubah yang tadinya boleh menjadi haram, subhat ataupun makruh.
3. Nyanyian tidak dibarengi dengan sesuatu yang diharamkan
Meskipun nyanyian dibolehkan tetapi ketika menyanyi dibarengi dengan minuman keras, narkoba, musik yang seronok dan membangkitkan nafsu ditemani penyanyi latar yang seksi mka menjadi haram. Demikian halnya nyanyian dengan penyanyi pecandu narkoba atau mempropagandakannya atau yang dapat menjerumuskan pada kecabulan, tabarruj (pamer aurat) dan bercampurnya dua jenis yang bukan muhrimnya (ikhtilath)
4. Tidak berlebihan dalam memperdengarkannya
Lagu seperti hal lain yang dibolehkan, wajib dibatasi dengan tidak adanya unsur berlebihan. Menyangkut zatnya tidak berlebihan dan makna esensinya yaitu caranya menghindari khayalan dan kesombongan, karena Allah Swt. Tidak mencintai orang yang pongah dan sombong. Tidak semua yang baik itu akan selamanya baik jika dilakukan berlebihan. Bahkan roti sekalipun mubah, jika berlebihan akan menjadi haram.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Shuhuf Ibrahim, “Orang yang berakal tidak akan terikat kecuali dengan tiga hal: tujuan dalam hidup, bekal untuk mati, dan kenikmatan dalam hal yang tidak diharamkan.”
5. Sesuatu yang berkaitan dengan pendengar
Ada beberapa hal yang khusus berkaitan dengan pendengar itu sendiri dan tidak bisa dihukumi oleh fatwa, melainkan sepenuhnya diserahkan kepada hati dan kualitas taqwanya masing-masing. Maka setiap muslim menjadi mufti (pemberi fatwa) dan ahli fiqih bagi dirinya sendiri. Dia lebih tahu daripada yang lain. Jika nyanyian itu atau jenis khusus dari suatu nyanyian bisa membuat dia berhayal, kesucian jiwanya terkalahkan oleh nafsu syahwatnya. Maka ketika itu dia harus menjauhi nyanyian tersebut dan menutup segala pintu yang bisa menghembuskan angin fitnah ke dalam hatinya, agama dan akhlaknya.
Rasulullah bersabda:”Perbuatan baik itu adalah yang bisa membuat hati dan jiwa tenang. Sedang perbuatan dosa adalah yang membuat hati dan jiwa tidak tenang sekalipun difatwakan,”(H.R. Ahmad)
Imam Ghazali dalam kitabnya al-Ihya beliau telah menyebutkan sebab-sebab yang merubah status hukum nyanyian dari boleh menjadi haram, beliau mengatakan:
Ketika nafsu syahwat menguasai dirinya, sedang dia remaja yang tinggi birahinya sampai mendominasi dirinya, maka hukum lagu baginya menjadi haram, baik dikuasai perasaan cinta terhadap orang tertentu ataupun tidak. Karena bagaimanapun juga lagu tersebut yang telah membawanya pada khayalannya pada bentuk wajah, pelipis, pipi dan kerinduan bertemu atau kenangan perpisahan. Dia bayangkan hal-hal sensual yang dihembuskan oleh syetan maka bergejolakklah api syahwat di dalam hatinya dan jatuhlah akalnya. Maka ketika itulah ia membutuhkan perbaikan disebabkan peperangan cahaya akal dan nafsu syahwat. Bagaimana mungkin mempertahankan dengan senjatanya dan mengasah mata pedangnya dengan nyanyian, sedangkan nyanyian itu justru senjata syetan pada manusia. Maka hindarilah lagu-lagu seperti ini karena akan membahayakannya (al Ihya Jilid 2.283)
Bagaimana dengan jenis lagu religius dan lagu-lagu sholawat?
Jenis lagu religius yang tidak mengandung unsur negatif yang tidak diikhtilafkan kebolehannya seperti lagu-lagu yang menyebutkan keagungan Allah Swt. Menyanjungkan pujian kepada-Nya. Serta pujian terhadap Nabi yang mencakup pujian terhadap panutan kita, imam kita, suri tauladan kita, dan kekasih kita serta guru kita yaitu Nabi Muhammad Saw. Keluarganya dan para shahabatnya seperti syairnya Hasan, atau syair Busyairi dan kitab Burdahnya atau syair Abu Syauqy dalam Burdah, maka adalah merupakan hal yang diterima dan terpuji. Bernyanyi dengan syair-syair seperti pujian-pujian dan munajat kepada Allah Swt. Tidak diragukan lagi kebolehannya.
Para ahli syair dan sastrawan pada zaman kita sekarang telah menemukan nyanyian-nyanyian Islami atau nasyid yang bisa membangkitkan semangat pada dada para pemuda dan menguatkan tekad mereka untuk beramal dan berijtihad di jalan Allah Swt. Serta mengajak kepada agama-Nya. Seperti nyanyian “Arubah” yang dinyanyikan oleh sastrawan Arab dan nyanyian Islam yang dinyanyikan oleh Musthofa Shadiq ar-Rafi’i. Nyanyian “Allohu Akbar” yang dinyanyikan oleh Abdullah Syamsudin pada hari-hari penyerangan ketiga di Mesir yang ternyata dengan pelantunan nyanyian itu menimbulkan pengaruh yang kuat yang membangkitkan perasaan manusia dan menggerakkannya.
Lalu bagaimanakah lagu sholawat dengan memakai musik rock?
Lagu sholawat itu mempunyai ciri-ciri tersendiri dan juga jenis musiknya yang berbeda dengan musik-musik lain. Dan jika mendengarnya hati menjadi tenang dan tentram baik pagi, siang, maupun malam. Kita sebagai generasi Islam harus bisa menjaga budaya agam Islam jangan kita campur adukkan lagu sholawat dengan musik yang bukan musiknya lagu sholawat.
Kita harus bisa bersikap bijaksana bisa memilih dan memilah untuk jenis musik religius atau sholawat. Kalau masih banya musik yang lebih cocok untuk lagu sholawat mengapa kita pakai jenis musik rock? Karena lagu sholawat adalah lagu pujian untuk Allah Swt, dan Rasul-Nya. Kalau kita membawakannya dengan kurang arif karena tentu akan membuat yang dipuji bukannya malah senang justru kemurkaan yang didapat. Karena perbuatan yang disukai Allah Swt. Adalah perbuatan yang diridhaiNya. Sekarang tergantung kita apakah perbuatan kita diridhaiNya atau tidak?

(Oleh: Siti Munawaroh,M.Pd.I.: Pembina Vokal Sholawat)

 

2 Responses to “Halalpun Bisa Jadi Haram”

  1. Anonim Says:

    Nama:venny alya sari
    klz:X11 ips
    no.induk:755
    no.absen :42
    Menurut saya ada benaranya juga jika halalpun bisa jadi haram buktinya makanan yang kita makan pertama khan halal terus dimakan ya secara berlebihan jd kan sakit perut akhirnya jd haram deh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s